Just about my life

Ketika kau menyadari telah beribu-ribu jam, menit, dan detik yang kau lewati tanpa kau mencatatnya, barulah kau menyesali telah berapa banyak kenangan terlewati tanpa jejak.

Apa yang kau raih dan dapati hari ini adalah anugrah dariNya yang sangat besar. Tetapi kau merasa belum apa-apa. Baru setitik langkah kau rasa tapaki. Kewanti-wantianmu menutupi syukurmu.

Ketika senggolan itu datang, baru kau menyadari kau membutuhkanNya sebagai penguat. Kau membutuhkan doa-doa orang sekelilingmu.

Rabbi jangan biarkan ini berlalu dengan cepat dan tanpa bisa mengambil hikmahnya.

April 27th, 2009 at 10:33 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

`Mama I miss you …`

Its been long time we didnt talk face each other.

Its been long time we didnt do jogging in the morning together.

Though you are not a mother who can barely hugging,

but I know deep inside your heart you always praying

`Mama …I miss you so much`

Your soft voice is always be heard in my mind

Your encourage spoken keep inside of me

Your ambitious influence us  to move forward

though alone, you still support your children

and listen our complain

This time I want to hug you tight

and saying…I LOVE YOU MOM

`you are the best  mother in the whole world`

`you are the strongest woman Ive ever met`

There is no way to reply your sincerity,

`May Allah give you happyness, health, and khusnul khatimah..amiin`

Mama….thanks for everything

March 2nd, 2009 at 2:24 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Ketika saya dan suami pergi ke Bandung Indah Plaza untuk menonton Laskar Pelangi, itu adalah pertama kali kita jalan  keluar berdua. Di perjalanan, kita masih canggung untuk duduk bersebelahan di angkot. Rasanya semua mata penumpang tertuju pada kita. Saya sengaja memperlihatkan cincin yang melingkar di jari manis tangan sebelah kiri, agar penumpang disitu tau bahwa kami sudah resmi menikah.

Kami sama-sama diam, seperti orang yang saling tak kenal, hanya ketika membayar angkotlah saya bertanya `Berapa bayarnya A?` Pada saat itu saya berusaha untuk berperilaku seperti istri yang memegang dan mengontrol uang.

`Mungkin 1500 berdua`, kata suami tanpa menoleh wajah.

Saya keluarkan uang dari dompet dan saya berikan padanya.

Ketika menyeberang, suami berusaha untuk melindungi saya dari mobil yang sedang berjalan, tapi dengan santainya saya berjalan mendahului suami. Ya…baik saya dan suami, saat itu masih canggung berjalan berdua di tengah keramaian.

Hari itu memang masih termasuk hari libur lebaran, sehingga tak aneh BIP ramai dengan pengunjung. Begitu juga dengan bioskop BIP. Sesampai di sana, antrian sudah panjang. Dan kami pun ikut mengantri di tengah-tengah para ABG tersebut.  Di tengah antrian, kami ber-flash back, mengingat  masa ketika SMA dan membandingkannya dengan remaja sekarang. Kebetulan kami sama-sama pernah sekolah di Bandung, meskipun dengan SMA dan tahun. yang berbeda . Sesekali suami bercerita lucu dan mentertawai kita yang sudah tidakABG lagi.

Setelah mendapatkan tiket, kami keluar dari bioskop itu. Menunggu waktu film diputar  tiba, kami berjalan-jalan di dalam BIP, sekedar windows shoping. Saya melihat banyak pasangan muda mudi yang bergandengan tangan.

Boleh gak tangannya digandeng ?` tanya saya memberanikan diri.

`Heheh kok pake nanya ? Saya malah senang kalau digandeng` jawabnya sambil  tersenyum.Itu adalah pertama kali saya menggandeng tangannya, rasanya wahhh tak terbayangkan…..

Tiba-tiba di depan kami berdiri seorang remaja berjilbab bersama teman-temannya. Mungkin mereka juga ingin menonton Laskar Pelangi. Remaja berjilbab itu melirik ke arah kita. Saya segera melepaskan gandengan tangan saya.

`Kenapa ? kok dilepas ?` tanya suami yang menyadari tangan saya seketika tak lagi menggantung di tangannya.

`Gak enak ah, gadis itu melirik ke kita. Nanti dia mikir yang macam-macam, kok akhwat gandeng tangan dengan ikhwan.`

`Lho biarin aja…lihatin aja cincin nya, kita kan udah syah` Hmm pikirannya sama dengan saya sewaktu di angkot.

`Jadi ingat dulu deh A. Saya suka merasa gimanaaa gitu kalau melihat ada akhwat dan ikhwan yang saling bergandeng tangan. Bukan suudzhan sih, saya yakin mereka begitu karena sudah menikah. Tapi perasaan saya waktu itu, mbok ya jangan begitu-begitu banget, menunjukkan di muka umum. Iya lah yang sudah menikah, pikir saya waktu itu…`

`Oh jealous ya ??? Sini atuh` Tiba-tiba tangan saya diambilnya, dan sengaja dia cangklongkan ke tangannya.

`Biar mereka juga cemburu melihat kita, seperti perasaan kamu waktu itu. Kalau gitu kan mereka juga pasti ingin cepat menikah, daripada pacaran yang gak bener`

Saya tersenyum sambil tambah melekatkan tangan saya di tangannya. Kita seperti ABG yang baru merasakan jatuh cinta. Bahkan kita ikut duduk ngantri bersama mereka di depan cinema.

Hihihi.. cinta memang gak lihat umur…gak ngerasa kalau kita sudah kepala tiga.

March 1st, 2009 at 7:56 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Bagaimanakah akan dijadikan bersinar sebuah kalbu yang di
dalam cerminnya tercetak rupa-rupa bentuk segala makhluk?
Atau bagaimanakah dapat ia belayar menuju kepada AllÁh
sedangkan ia masih tertambat dengan segala syahwatnya?
Atau bagaimanakah ia boleh melobakan dapat memasuki
kehadiran Allah sedangkan ia masih belum dibersihkan daripada janabah (hadas besar) segala kelalaiannya?
Atau bagaimanakah ia boleh mengharap untuk memahami
keterperincian rahasia-rahasia sedangkan ia masih belum bertaubat daripada segala kekeliruannya?

February 1st, 2009 at 8:50 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Aku sudah berusaha menjauhimu

Walau hati ini sakit karena menyisakan luka

Yang disebabkan karena kata-kata dan perbuatanmu

Yang disebabkan karena keputusanku menjauhimu

Tetap di lain waktu berusaha menanyakan kabarmu

Meski tak secara langsung

Karena ku ingin tetap menjaga jarak dengan mu

Tiba-tiba kau membuka diri

Mendekati tanpa ku undang

Memasuki ruang privasi

Ahhh…kenapa tiba-tiba juga badanku gatal-gatal

Alergi kehadiranmu

Apakah luka itu kembali menguak

Atau karena kau telah menebarkan benih racun itu kembali

Yah..kau telah melemparkan racun itu lagi

Kata-kata yang kau pikir tak berarti

Tapi nyatanya setajam sebilah belati

Kau tidak tau tangisku telah memecah malam

Kala dulu kau sakiti hati yang lemah ini

Tolong…jangan dekati aku lagi

Biarlah kutau keberadaanmu saja

Berdirilah tetap pada posisimu

Dan kudoakan dalam hati

Agar kau bahagia di sana

February 1st, 2009 at 8:22 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

`Minta tolong nih coba tanyain suami mu deh, ada gak temennya yang sudah siap menikah?`

`emangnya kenapa ?`

`tadi malam temenku telepon dan dia bilang minta dikenalin, pake proses ta`aruf juga gak apa-apa`

Lain waktu,

`umur kamu sekarang berapa sih?`

`umur saya 25 mba.emangnya kenapa ?`

`kamu udah bekerja kan ya…maaf nih udah siap nikah belum ?`

`mikir sih mba….hmm sebenarnya ada yang sekarang saya senengin`

`oh gitu…terus ?`

`saya tau ini penyakit hati…tapi gimana ya,…`

`emangnya dia juga suka sama kamu?`

`kata temen-temennya sih bilang begitu ke saya?`

`lho kenapa gak diproses aja ?`

`abis kata temen, dia belum siap menikah?`

Another situation

`Lelaki itu sudah memandang engkau tinggi, janganlah lagi kau pasang kriteria yang tinggi-tinggi`

`Ah itu lelaki yang chicken aja, masa belum maju dah mundur duluan?`

…….

Suatu saat…

`Bagaimana proses taarufnya ?`

`Ya gitu deh…dia masih menunggu selesai kontrak kerja di perusahaan X`

`Sampai kapan?`

`Katanya sih 2 tahun`

`Lho..terus selama 2 tahun itu, kamu gimana?`

`Hmm…aku juga belum yakin bener`

`Belum yakin terhadap apa…terhadap dia, atau belum yakin terhadap menikah?`

`Dua-duanya..`

Other

`Lebih memilih mana…dicintai atau mencintai?`

`Ya lebih baik dicintai dong, kan mintaa apa-apa jadi dikabulkan`

`Kalau aku lebih baik mencintai….karena kita akan terpuaskan dengan cinta kita padanya, tidak penasaran lagi, kita bisa memberikan segala sesuatu buat dia`

`Lha..terus kalau kamu mencintai dia, tapi dia gak mencintai kamu? Apa gak makan hati jadinya?`

January 28th, 2009 at 11:44 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Apa kabar nih blog-ku di friendster ? Udah lama juga gak mampir-mampir buat nulis di blog ku yang satu ini. Setelah sekian hari disibukkan dengan berbagai macam schedule, hari ini kucoba tuk meluangkan waktu untuk anak maya ku, hehe.

Kemarin , alhamdulillah dapet hadiah perkawinan dari teman-teman di Jepang tengah. Wah terlambat banget yah…gak apa-apa kataku, biar lambat asal selamat (red:asal ngasih, ngarep mode on). Memberikannya pun dengan cara yang unik, aku dikasih tau budgetnya berapa, dan dengan bebas bisa milih barang kesukaanku. Cihuyyyy….dapat tas coklat, jaket baru yang juga warna coklat dan syal putih. Merk atau tidak bukan masalah buatku yang penting serasi. Hmm tapiii…chotto…kontra banget dengan yang ada di Palestine ya..

Dari kemaren juga mataku kedut-kedutan, aku bilang ke temanku `Kenapa ya mataku kok kedut-kedutan` dengan lempengnya temenku menjawab `Emank lagi pengen kedut-kedutan aja kali` heheh sou da ne…gak boleh percaya takhayul. Tapi mendengar komentar temenku yang lempeng begitu ingat komentar temenku yang lain ketika aku sedang melow. `Pengen nangis deh…kenapa ya dengan aku, bla bla…..` (di sms dengan panjang lebar). Dan jawabannya `Kamu cuma lagi sensitif aja kali` Hahhh ??? cuma satu kalimat jawabannya dan tidak merespon sama sekali keluhanku yang panjang. Tapi aku malah jadi ketawa, heheh ada ya..orang yang lempeng begini. Aku jadi menjawab`Iya kali ` Sedih ku lumayan berkurang karena kelucuan komentarnya yang lempeng.

Untung ada blog nih…

Ke dunia maya kau mencari

eksistensi diri yang telah hilang

karena hidup di negeri orang

Ke dunia maya kau mengais

jejak-jejak teman dan kenangan

yang telah terlupakan

Semoga kau masih ingat bahwa hidup adalah untuk hari ini dan masa yang akan datang, so keep working, make today is better than yesterday, and tomorrow is better than today.

January 18th, 2009 at 9:46 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Jangan pernah lelah

Bila riak air muncul

Di bawah kaki kita

 

Jangan pernah lelah

Bila desiran angin berhembus

Menerpa wajah kita

 

Jangan pernah lelah

Bila hujan salju turun

Membekukan tangan kita

 

Kita masih seperti biji yang baru ditanam

Pada lahan yang insya Allah subur

 

Ketika tunas muncul

Air deras mengalir

Angin kencang menerpa

Salju tebal membekukan badan

Akan menerpa

 

Dan ketika tunas menjadi tanaman

Air bah,

taifu,

badai salju

Terus dan terus akan menerjang

 

Jangan pernah lelah

Kumohon jangan pernah lelah

 

Teruslah beri ia pupuk

Agar bisa kita petik hasilnya

December 15th, 2008 at 1:26 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Bulir matamu sebiru nuansa langit

Yang dengan riangnya menjadi

Wadah sinar matahari terik

 

Bibirmu seperti merah delima

Ranum dibatangnya

Dan siap untuk dipetik

 

Duhai siapakah gerangan dirimu manis

Elak tak dapat dikibas

Tarik tak dapat disambut

Kumbangpun banyak menghampiri

 

Jaga dirimu cantik

Tetaplah murni

Sampai kau tak hanya bidadari dunia

Tapi juga bidadari surga

 

Usap matamu dengan kilau cahayaNya

Basuh bibirmu dengan namaNya

 

Iriku pun berubah menjadi kasih

Cemburuku berubah ingin melindungi

Karena kau mahluk Nya

Terindah yang pernah kulihat

 

Tunggulah dengan sabar

Dan tenang….

 

Duhai kumbang yang gagah berani

Nyali dari mana lagi yang perlu kau keluarkan

Lindungilah dia dari sengatan

Yang karenaNya kau melengkapi ibadahmu

 

 

 

 

December 5th, 2008 at 2:44 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Narsis boleh saja kan? Lebih baik merasa percaya diri daripada minder dan justru membuat malu.

 

Hampir tiap hari di sini aku bisa mengakses internet dan itu merupakan anugrah yang luar biasa. Bayangkan saja kalau aku tidak mempunyai akses dunia luar ? di tengah orang-orang yang berkomunikasi dengan bahasa yang tidak mengerti? Makanya pertama kali aku datang ke sini, akses internet ada sedangkan aku tidak punya laptop, aku seperti orang yang kehilangan induk semang. Di waktuku yang senggang, orang lain membuka internet, aku bersepeda ke pemukiman penduduk. Yang ada betisku pegal-pegal.

Sekarang tiap hari kalau aku mau, aku bisa online 24 jam. Itu kalau aku selalu berada di kampus.,karena akses internet di kampus sama sekali free. Tapi rata-rata aku hanya menghabiskan waktu kurang lebih 10-11 jam membuka internet. Praktis kalau aku cuma membaca jurnal dari internet, mata ini mengalami kebosanan. Nah ..disaat bosan itu datang, kebuntuan tentang penelitian itu muncul, saat itu juga aku tergoda untuk membuka blog ku sendiri.

Hal yang pertama kali terlihat ketika membuka Friendster adalah `who`s viewed me?`. Dan itu membuat penasaran untuk mentrace, siapa sih yang sudah membuka Fs saya? Hii maklum, kan sudah kubilang tadi lebih baik narsis daripada minder. Meski kadang yang melihat Friendster tidak sama jumlahnya dengan jumlah orang yang ter`trace`, tetap aku merasa senang. Berarti….selama ini aku punya pengagum, aku sebut saja `My Secret Admirer`.

Kegeeran ku bukan membabi buta loh….tetapi aku bersyukur karena isi friendsterku masih bermanfaat buat orang lain. Mungkin saja manfaat itu diperoleh dari bagian foto-fotonya, dari pencarian teman-teman, atau pun dari blognya. Kalau dari segi ubah mengubah desain situs, terus terang aku angkat tangan deh, karena aku gaptek komputer.

Dengan adanya `My Secret Admirer`  itu juga, memotivasi aku untuk berkarya lagi, untuk mencari teman lagi. Thanks ya `My Secret Admirer`, kamu bisa pilih kok, tetap menjadi secret atau menjadi teman sungguhan.

Cheers

December 3rd, 2008 at 12:33 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink